Testimony 1

“Pada bulan April lalu, saya dan suami mengunjungi keluarga suami di Perth. Istri dari salah satu kakak ipar saya mengajak untuk berdoa bersama dengan Ps Tri. Awalnya saya dan suami pikir bakal semacam fellowship keluarga yang kita sambut dengan antusias. Tetapi pada hari H yang bisa ikut hanyalah saya, suami dan Ps Tri. Dan sesi doa cukup di luar dugaan, karena mencakup inner healing berlanjut dengan deliverance. Asumsi pertama saya deliverance session itu sesi menghardik setan untuk keluar dari tubuh seseorang dengan kuasa Tuhan Yesus. Yang saya tidak ketahui sebelumnya, sesi itu dimulai dengan pengajaran mengenai Alkitab dan inner healing session yang lebih mirip dengan konseling, yang terasa sangat lembut dan penuh kasih. Selama sesi doa, saya dan suami banyak melihat penglihatan supernatural. Dan dengan dibimbing Roh Kudus, Ps Tri memimpin kami dalam doa repentance secara spesifik. Yg paling berdampak ke saya adalah doa untuk cut ties with souls, melepaskan diri saya dari keinginan daging untuk ‘bebas’, dan melepaskan diri dari tuntutan berlebihan kepada diri sendiri untuk ‘perform’. Saya dan suami sudah menikah selama empat tahun dan belum dikaruniai anak, walaupun kami sudah mencoba pergi konsultasi ke beberapa dokter. Mereka menyarankan untuk IVF dan beberapa teman yang telah berhasil menyarankan IVF. Tetapi karena alasan pribadi kami memutuskan untuk berserah kepada Tuhan apapun keputusanNya. Terlepas diberi anak ataupun tidak, kami sudah sepakat untuk menjaga Godly covenant ini dan fokus untuk hidup menjadi berkat buat sesama. Yang tidak kami sangka, pada akhir July, saya positive hamil. Memang usia janin baru seumur jagung, orang bilang belum pasti, tetapi hasil positive itu pun sudah suatu mukjizat. Dan jikalau Tuhan berkenan, janin ini akan benar2 lahir utuh, sehat dan dipakai Tuhan secara dahsyat. Selama ini cukup banyak yang mendoakan saya dan suami tidak putus-putus untuk memiliki anak, mulai dari keluarga saya, keluarga suami maupun komunitas teman seiman baik di gereja maupun pelayanan luar gereja. Tetapi, yang saya rasakan secara pribadi setelah berdoa dengan Ps Tri adalah bukan sekedar keajaiban karunia kehamilan, melainkan perubahan pada jiwa saya dan suami. Kita menjadi semakin berserah dan mendekat dengan Tuhan, rutin bersekutu dalam mempelajari Alkitab, mencari wajahNya dan menuruti perintahNya, yang saya percaya mempererat keintiman pasangan dan menjadi bekal yang berguna dalam perjalanan sebagai orang tua di kemudian hari. To God be the Glory.”